Jumat, 29 Juni 2012


TUGAS FISIKA DASAR 2
Oleh
Endang Wulandari                  (M0211025)
Fernando Oktavian C             (M0211027)
Ratna Dwi Sejati                     (M0211063)
Lidya Nur De Vega                (M0211047)
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2011/2012







Aurora Di Langit Yang Indah
            Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya). Angin surya ini adalah aliran elektron dan proton yang terlepas dari matahari akibat tingginya energi kinetik yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnetik bumi, beberapa dari partikel-partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah. Benturan antara partikel-partikel ini dan atom-atom yang terdapat dalam atmosfer bumi melepaskan energi yang menyebabkan terbentuknya aurora di kutub bumi yang nampak seperti lingkaran besar yang mengelilingi kutub. Makanya aurora lebih sering muncul dan bersinar lebih terang ketika matahari sedang aktif-aktifnya mengeluarkan Corona Mass Ejection yang menyebabkan meningkatnya intensitas dari angin surya. Energi yang dilepaskan pada saat partikel tersebut bertubrukan dapat dilihat secara visual melalui warna cahaya yang berbeda-beda. Warna yang terlihat bergantung pada ketinggian dan jenis molekul yang ada. Pada ketinggian di atas 300 km partakel tersebut bertumbukan dengan atom hydrogen menimbulkan warna aurora kemerah-merahan. Ketinggian 140 km, tumbukan dengan molekul oksigen menimbulkan aurora biru atau ungu. Ketinggian 100 km, partikel bertumbukan dengan atom oksigen dan nitrogen menimbulkan cahaya warna hijau atau merah muda. Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis, yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis. (Diwan,2012)
            Kemagnetan di bumi adalah kemunculan aurora di daerah kutub. Misalkan sebuah muatan dengan kecepatan tertentu masuk ke dalam daerah yang mengandung medan magnet dengan sudut yang tidak tegak lurus dengan medan magnet. Bentuk lintasan partikel berubah menjadi spiral. Bumi memiliki medan magnet dengan arah keluar dari kutub selatan (kutub utara geografi bumi) dan masuk di utara (kutub selatan geografi bumi) . jika partikel bermuatan dari luar angkasa masuk ke bumi dengan sudut tertentu, maka partikel tersebut akan bergerak dan melintasi menuju ke arah kutub bumi. selama bergerak dalam lintasan spiral, partikel memiliki percepatan sehingga memancarkan gelombang elektromagnetik. saat mendekati kutub bumi, konsentrasi partikel besar dan gelimbang elektromagnetik sangat besar. dan dapat di amati di langit kutub bumi. Kemagnetan di bumi terlihat dari kemunculan aurora di daerah kutub. Secara singkat dengan kemunculan aurora adalah sebagai berikut: Misalkan sebuah muatan dengan kecepatan tertentu masuk kedalam daerah yang mengandung medan magnet dengan sudut yang tidak tegak lurus dengan medan magnet maka bentuk lintasan partikel tersebut berubah menjadi spiral. Bumi memiliki medan magnet dengan arah keluar dari kutubs elatan (kutub utara geografi bumi) dan masuk di utara (kutub selatan geografi bumi) .Jika partikel bermuatan dari luar angkasa masuk kebumi dengan sudut tertentu, maka partikel tersebut akan bergerak dan melintas menuju arah kutub bumi. Selama bergerak dalam lintasan spiral, partikel memiliki percepatan sehingga memancarkan gelombang elektromagnetik, saat mendekati kutub bumi, konsentrasi partikel besar dan gelombang elektromagnetik sangat besar sehingga dapat di amati di langit kutub bumi.(Fauzi, 2010)
            Aurora merupakan fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angina surya). Angin surya ini adalah aliran electron dan proton yang terlepas dari matahari akibat tingginya energy kinetik yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnetic bumi, beberapa dari partikel-partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah. Aurora terjadi akibat atom-atom yang bertumbukan dengan partikel-partikel bermuatan, terutama elektrondan proton yang berasal dari matahari. Partikel-partikel tersebut terlempar dengan kecepatan lebih dari  500 mil per detik dan terhisap medan magnet Bumi di sekitar kutub utara dan selatan. Warna-warna yang dihasilkan disebabkan benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Misalnya aurora hijau terjadi akibat benturan partikel electron dengan molekul nitrogen. Aurora merah terjadi akibat benturan partikel electron dengan atom oksigen. (Saputro, 2010)

















Daftar Pustaka
Sahbas, Fauzy. 2010.  prosesterjadinya aurora. http://rsf-gudangilmu.blogspot.com diakses pada 19 Juni 2012 pukul 16.37 WIB
Adi Saputro. 2012.  Penyebabterjadinya aurora.http://www.astronomi.us diaksespada 19 Juni 2012 pukul 16.39 WIB
Diwan, 2012. terjadinya aurora di langit yang indah.http://diwanfisika.blogspot.com diaksespada 19 Juni 2012 pukul 16.41 WIB